WANMEDIA.CO.ID, KAB. TANGERANG – Upaya pencegahan penyakit kusta terus diperkuat Puskesmas Kemiri melalui kegiatan Active Case Finding (ACF) dan pemberian kemoprofilaksis di Desa Rancalabuh RT 08/02, Sabtu (14/02/2026). Kegiatan ini difokuskan pada deteksi dini guna mencegah risiko kecacatan dan memutus rantai penularan di lingkungan masyarakat.
Tim kesehatan turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap warga yang berisiko maupun kontak erat penderita. Skrining dilakukan dengan mengidentifikasi gejala awal seperti bercak putih atau kemerahan yang mati rasa, penebalan saraf, kesemutan, hingga kelemahan pada anggota gerak.
Pendekatan ini dinilai penting karena kusta sering kali tidak disadari pada tahap awal. Melalui pemeriksaan aktif, kasus dapat ditemukan lebih cepat sehingga pengobatan bisa segera diberikan.
Selain pemeriksaan, petugas juga memberikan kemoprofilaksis kepada kontak erat penderita sesuai pedoman medis. Pemberian obat pencegahan ini bertujuan menurunkan kemungkinan penularan sekaligus mengurangi potensi munculnya kasus baru.
Kepala Puskesmas Kemiri dr. Abdul Yayi, M.I.P menyampaikan bahwa “Kegiatan ACF Kusta dan kemoprofilaksis sangat penting untuk menemukan kasus secara aktif, terutama di wilayah yang memiliki riwayat kasus sebelumnya. Deteksi dini dan pengobatan yang tepat dapat mencegah kecacatan serta memutus rantai penularan. Kami juga terus mengedukasi masyarakat agar tidak memberikan stigma terhadap penderita kusta,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa kusta merupakan penyakit yang dapat disembuhkan apabila ditangani secara teratur. Edukasi juga terus diberikan agar tidak ada stigma terhadap penderita, sehingga mereka lebih berani memeriksakan diri.
Puskesmas Kemiri menegaskan komitmennya untuk terus melakukan skrining dan pemantauan berkala sebagai bagian dari target eliminasi kusta serta menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas diskriminasi. (Mil)









