WANMEDIA.CO.ID, KOTA TANGERANG — Dinas Kesehatan Kota Tangerang mencatat adanya peningkatan kasus campak sejak akhir tahun 2025 hingga memasuki awal 2026. Lonjakan tersebut terpantau cukup signifikan dengan jumlah kasus yang mencapai ratusan setiap bulan, meskipun pergerakannya masih bersifat fluktuatif dari minggu ke minggu.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah mengingat peningkatan kasus yang terjadi jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
”Kondisi ini meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan tersebut menunjukkan adanya peningkatan yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan sektor kesehatan,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni, Rabu (4/3/26).
Menurutnya, peningkatan kasus campak diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti belum meratanya cakupan imunisasi campak di masyarakat, kondisi cuaca, serta tingginya potensi penularan virus yang menyebar melalui droplet saat seseorang batuk atau bersin.
”Satu kasus yang tidak segera tertangani berpotensi menimbulkan penularan ke lingkungan sekitarnya, baik di rumah maupun di sekolah,” katanya.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala campak. Warga yang mengalami demam tinggi disertai batuk, pilek, serta muncul ruam atau bercak kemerahan pada kulit diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk melakukan isolasi mandiri apabila terdapat anggota keluarga yang diduga terinfeksi campak, guna mencegah penularan lebih luas.
”Anak-anak yang mengalami gejala tersebut diimbau tidak berangkat ke sekolah guna mencegah penularan lebih luas. Penularan campak tidak hanya terjadi melalui kontak langsung, tetapi juga lewat udara dari percikan batuk dan bersin,” imbaunya.
Sebagai langkah pengendalian, Pemkot Tangerang telah mengaktifkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Sistem ini memungkinkan fasilitas kesehatan melaporkan kasus secara cepat sehingga penanganan dapat dilakukan lebih dini dan terkoordinasi.
”Sistem ini mempermudah pemantauan perkembangan kasus sehingga langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi,” jelas dr. Dini.
Meski terdapat sejumlah laporan kasus dengan komplikasi, masyarakat diharapkan tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Campak dapat menimbulkan komplikasi pada saluran pernapasan, seperti pneumonia, apabila tidak ditangani secara tepat. (Mil)









