WANMEDIA.CO.ID, KOTA TANGERANG – Penanganan banjir di wilayah Periuk terus dimaksimalkan oleh Pemerintah Kota Tangerang. Memasuki hari kelima, genangan air di sejumlah kawasan dilaporkan mulai berangsur surut setelah upaya pompanisasi dilakukan secara intensif, Kamis (12/3/26).
Pengoperasian pompa air secara maksimal dilakukan untuk mempercepat penyedotan genangan dari permukiman warga menuju saluran drainase serta aliran sungai.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar menjelaskan, percepatan surutnya banjir tidak terlepas dari mulai berfungsinya Situ Bulakan sebagai titik pembuangan air, ditambah dukungan pompa dari berbagai instansi seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Dinas PUPR, dan BPBD.
“Ketika Situ Bulakan sudah bisa beroperasi dan kita dibantu oleh BBWS, PU serta unit dari BPBD, proses surutnya air di area yang masih tersisa menjadi cukup signifikan,” ujarnya.
Ia menuturkan, pompa yang beroperasi saat ini bekerja mengalirkan air dari permukiman warga menuju saluran kali dan jaringan drainase. Untuk mengantisipasi air meluap ke badan jalan, tim juga menempatkan tiga unit pompa portable di ujung drainase agar aliran air dapat langsung dipercepat menuju Situ Bulakan.
“Kalau tidak dipompa di ujung drainase, kemungkinan besar air dari pompaan di permukiman bisa meluber ke jalan. Dengan tambahan pompa portable ini, aliran air bisa langsung dipercepat menuju Situ Bulakan,” jelasnya.
Mahdiar menambahkan, pompa yang digunakan memiliki kapasitas besar. Pompa dari BBWS mampu menyedot air hingga sekitar 80 liter per detik, sementara pompa milik Pemerintah Kota Tangerang juga memiliki tekanan tinggi untuk mempercepat proses pengeringan wilayah terdampak.
“Harapan kami, dan kami optimis jika cuaca tetap kondusif sesuai prakiraan BMKG, sore ini rata-rata genangan sudah bisa surut seluruhnya. Petugas gabungan bisa masuk tahap pemulihan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses penanganan banjir, mulai dari pemerintah daerah, kementerian, BBWS, pemerintah provinsi, relawan, hingga masyarakat yang turut membantu upaya evakuasi serta penanganan warga terdampak.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penanganan banjir ini, termasuk relawan, kewilayahan, tenaga kesehatan, serta warga yang menunjukkan kepedulian dan semangat gotong royong,” tuturnya. (Saripudin)









