Pesta Rakyat Tangerang Ngebesan Semarakkan HUT ke-33, 106 Pasangan Ikuti Resepsi Nikah Massal

Pesta Rakyat Tangerang Ngebesan Semarakkan HUT ke-33, 106 Pasangan Ikuti Resepsi Nikah Massal
banner 468x60

WANMEDIA.CO.ID, KOTA TANGERANG – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Tangerang diisi dengan kegiatan bernuansa budaya dan sosial melalui program Tangerang Ngebesan. Sebanyak 106 pasangan pengantin mengikuti resepsi pernikahan massal yang digelar di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (12/2/2026).

Prosesi berlangsung meriah sejak arak-arakan kedua mempelai memasuki lokasi acara dalam tradisi ngebesan. Kehadiran keluarga dan kerabat turut menambah suasana haru dan kebahagiaan dalam perayaan yang diinisiasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang tersebut.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat, khususnya bagi pasangan yang telah melangsungkan pernikahan namun belum memiliki pencatatan resmi atau belum sempat menggelar resepsi.

“Hari ini kita memfasilitasi resepsi bagi 106 pasang pengantin dalam program Tangerang Ngebesan. Setelah kemarin dilakukan isbat nikah dan pencatatan perkawinan, hari ini mereka kita rayakan bersama dalam suasana penuh kegembiraan,” ujar Sachrudin.

“Ini adalah pesta rakyat yang sederhana, murah meriah, tapi manfaatnya sangat besar bagi masyarakat. Kita ingin HUT ke-33 Kota Tangerang dirayakan oleh semua lapisan masyarakat dan benar-benar dirasakan manfaatnya,” ungkapnya.

Dari 106 pasangan yang mengikuti kegiatan tersebut, 97 pasangan beragama Islam dan sembilan pasangan non-muslim. Proses legalisasi pernikahan dilakukan melalui Pengadilan Agama untuk pasangan muslim, sedangkan pasangan non-muslim difasilitasi melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urip Hermawan, menjelaskan bahwa Tangerang Ngebesan merupakan bentuk pelestarian tradisi Betawi Tangerang yang dikemas secara inklusif sesuai keberagaman masyarakat kota.

“Tangerang Ngebesan adalah tradisi turun-temurun yang kita lestarikan. Rangkaian mulai dari rombongan pengantin pria yang dipimpin Wakil Wali Kota, penyerahan roti buaya kepada Wali Kota sebagai simbol pihak pengantin wanita, atraksi palang pintu, pantun, hingga hiburan gambang kromong dan tehyan,” jelas Boyke.

“Kami ingin menghadirkan resepsi rakyat yang layak, agar masyarakat tidak perlu lagi memikirkan biaya tenda, katering, panggung, maupun hiburan. Semua difasilitasi oleh pemerintah,” tambahnya.

Salah satu pasangan yang mencuri perhatian adalah Maman (75) dan Armah (69), warga Kecamatan Jatiuwung. Setelah 53 tahun menjalani kehidupan rumah tangga, keduanya akhirnya memiliki buku nikah resmi yang diakui negara sekaligus merasakan suasana resepsi.

“Dulu nikah tidak ada pesta-pesta begini, cucu udah enam, sekarang malah ngerasain dirayakan dengan meriah. Pernikahan kami didatangi langsung para pejabat. Kami senang dan terima kasih buat semuanya,” ucapnya. (Mil)

banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *