Rakor Lintas Sektoral Digelar, Pemkab Tangerang Siapkan Pengamanan Idulfitri

Rakor Lintas Sektoral Digelar, Pemkab Tangerang Siapkan Pengamanan Idulfitri
banner 468x60

WANMEDIA.CO.ID, TANGERANG — Pemerintah Kabupaten Tangerang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah saat menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka persiapan pengamanan Idulfitri melalui Operasi Ketupat Maung 2026 di Aula Parama Satwika Polresta Tangerang, Kamis (05/03/26).

Dalam kesempatan tersebut, Intan menekankan bahwa pengamanan Lebaran tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi dan koordinasi yang kuat antarinstansi serta dukungan masyarakat.

Bacaan Lainnya
banner 300250

“Pengamanan lebaran tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri. Semua unsur terkait harus terkoneksi dan terkoordinir menjadi satu. Artinya kita bekerja dalam satu nafas yang sama, yaitu nafas pelayanan kepada masyarakat. Semua harus saling terhubung dan saling menguatkan,” tandas Wabup Intan.

Ia menilai meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Idulfitri menjadi tantangan bersama yang harus diantisipasi dengan kesiapan maksimal seluruh unsur terkait. Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan secara responsif, informatif, dan humanis.

“Bagi masyarakat, pemerintah itu satu. Mereka tidak lagi melihat ini kewenangan siapa, itu tugas siapa. Yang mereka inginkan hanya satu hal, hadir atau tidaknya negara ketika mereka membutuhkan rasa aman dan nyaman,” tegasnya.

Selain aspek pengamanan, Intan juga menyoroti potensi dampak cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini, seperti hujan lebat, angin kencang, hingga potensi banjir dan longsor di beberapa wilayah. Oleh karena itu, jalur rawan bencana, kawasan pesisir, serta titik rawan kecelakaan perlu menjadi prioritas dalam pengawasan dan mitigasi.

“Kita ingin setiap persoalan bisa diselesaikan cepat, tepat, dan terukur. Jangan sampai ada ego sektoral. Jika ada kendala di lapangan, segera koordinasi. Jika ada potensi kerawanan, segera mitigasi bersama,” serunya.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang siap memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat Maung 2026. Menurutnya, kerja sama yang solid antarinstansi akan menjadi kunci terciptanya situasi yang aman dan kondusif selama perayaan Idulfitri.

“InsyaAllah, jika kolaborasi dan sinergi ini kita jaga dengan baik, Kabupaten Tangerang akan tetap aman, tertib, dan kondusif selama perayaan Idul Fitri. Kita ingin masyarakat bisa beribadah dengan khusyuk, mudik dengan aman, dan merayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Andi M Indra Waspada menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Maung 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 13–17 Maret 2026, sedangkan arus balik diprediksi berlangsung pada 24–28 Maret 2026.

Idulfitri tahun ini diperkirakan jatuh pada 20–21 Maret 2026, sementara masa libur sekolah berlangsung pada 16–29 Maret 2026. Kondisi tersebut diperkirakan akan meningkatkan mobilitas masyarakat di berbagai titik, termasuk jalur tol, jalan arteri, stasiun, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, hingga lokasi wisata.

Untuk mendukung pengamanan, aparat menyiapkan enam titik utama pengamanan dan pelayanan, yakni Pos Terpadu Citra Raya, Pos Pelayanan Rest Area KM 43 dan KM 45, Pos Pengamanan Pasar Gembong, Pos Pengamanan Batavia Pasar Kemis, serta sejumlah pos pantau di kawasan wisata dan pusat keramaian.

“Sebanyak 6 titik utama pengamanan dan pelayanan disiapkan, yakni Pos Terpadu Citra Raya, Pos Yan Rest Area KM 43 dan KM 45, Pos Pam Pasar Gembong, Pos Pam Batavia Pasar Kemis, serta sejumlah pos pantau di lokasi wisata dan pusat keramaian,” jelas Kapolres.

Selain itu, sebanyak 184 personel Polri akan diterjunkan setiap hari dengan dukungan berbagai sarana prasarana seperti ambulans, kendaraan patroli, CCTV, drone, serta layanan hotline 110 untuk merespons laporan masyarakat secara cepat.

“Pengamanan difokuskan pada 1.071 masjid, 471 lokasi salat Id, 8 pusat perbelanjaan/pasar, 3 stasiun KAI, 5 terminal/pool bus, 2 rest area utama, serta jalur rawan macet dan kecelakaan,” jelasnya.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Tangerang, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Satpol PP, perwakilan KAI, pengelola Jalan Tol Jakarta–Merak, Jasa Raharja, serta sejumlah instansi terkait lainnya. (Saripudin)

banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *