WANMEDIA.CO.ID, KABUPATEN TANGERANG – UPTD Puskesmas Mekar Baru menyelenggarakan Pelatihan Tim Pelaksana Penyiapan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal bagi ibu hamil dan balita bermasalah gizi, Selasa (27/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di UPTD Puskesmas Mekar Baru ini menjadi bagian dari penguatan intervensi spesifik stunting sekaligus mendukung pelaksanaan Program Stunting dan Gizi Tahun 2026, khususnya pada sasaran 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Pelatihan tersebut difokuskan pada peningkatan kemampuan tim pelaksana dalam menyiapkan PMT yang bergizi seimbang, aman dikonsumsi, serta sesuai dengan kebutuhan sasaran. Pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi perhatian utama karena dinilai lebih mudah diperoleh, berkelanjutan, dan berpotensi memperkuat ketahanan pangan keluarga di wilayah kerja Puskesmas Mekar Baru.
Dalam kegiatan ini, peserta dibekali materi terkait pemilihan bahan pangan lokal bernilai gizi tinggi, teknik pengolahan makanan yang higienis, penyusunan variasi menu PMT sesuai standar gizi, hingga mekanisme pemberian PMT yang tepat sasaran. Pelatihan juga dilengkapi dengan sesi diskusi dan praktik langsung guna memastikan materi dapat diterapkan secara optimal di lapangan.
Kepala UPTD Puskesmas Mekar Baru dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas sumber daya pelaksana program. Melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan tim, diharapkan pelaksanaan PMT berbasis pangan lokal dapat berjalan lebih efektif, berkesinambungan, serta memberikan kontribusi nyata dalam penurunan permasalahan gizi dan prevalensi stunting di wilayah setempat.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari para peserta. Ke depan, tim pelaksana diharapkan mampu berperan aktif dalam implementasi PMT lokal sebagai bagian dari upaya perbaikan gizi ibu dan anak di Kecamatan Mekar Baru.
Melalui pelatihan ini, UPTD Puskesmas Mekar Baru menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian target Program Stunting dan Gizi Tahun 2026 melalui berbagai upaya promotif dan preventif demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (Saripudin)









