WANMEDA.CO.ID, BEKASI – Kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur menelan korban jiwa. Hingga Selasa (28/4/2026), tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka dalam insiden yang terjadi pada Senin malam (27/4/2026) sekitar pukul 20.50 WIB.
Korlantas Polri langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab kecelakaan. Dalam proses tersebut, petugas menggunakan teknologi Traffic Accident Analysis (TAA) guna merekonstruksi kejadian secara detail.
Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe, menjelaskan pihaknya memiliki dua jenis alat TAA untuk mendukung proses penyelidikan.
“Alat TAA kami ada dua, satu statis dan satu portable. Yang statis itu untuk merekam environment (lingkungan sekitar) secara 360 derajat, sehingga kita bisa melihat dan mengilustrasikan secara 3 dimensi dengan kualitas 4K,” ujar Kompol Sandhi.
Menurutnya, hasil rekaman tersebut akan menjadi alat bukti elektronik yang sah dalam proses penyidikan hingga persidangan.
“Itu merupakan alat bukti elektronik yang nantinya digunakan pada proses penyidikan kecelakaan lalu lintas lebih lanjut. Hasilnya juga akan disuguhkan kepada jaksa penuntut maupun hakim sebagai dasar dalam proses penuntutan dan keputusan hakim,” ujarnya.
Selain melakukan olah TKP, Korlantas Polri juga menyoroti kendaraan taksi berwarna hijau yang terlibat dalam insiden tersebut. Evaluasi akan dilakukan bersama lintas direktorat guna menindaklanjuti temuan di lapangan.
“Tentu kami dari Korlantas, khususnya kerja sama antara Direktorat Penegakan Hukum (Ditgakkum) dan Direktorat Keamanan dan Keselamatan (Ditkamsel), akan berkoordinasi untuk mengevaluasi banyaknya kejadian yang melibatkan taksi hijau. Kami akan lakukan evaluasi terhadap perusahaan tersebut,” ucapnya.
Ia berharap kejadian ini menjadi momentum evaluasi bagi seluruh pihak, termasuk operator perkeretaapian, untuk meningkatkan sistem keselamatan dan informasi di lapangan.
“Akibat dari kecelakaan ini saya yakin PT KAI akan lebih solid dalam konteks sistem informasi mereka,” pungkasnya. (Red)









