Artikel: – intelektualitas serta skill yang memadai –

banner 468x60

Mahasiswa merupakan sosok generasi muda yang memiliki tanggung jawab terhadap masa depan bangsanya untuk membawa bangsa ke arah yang lebih baik. Mahasiswa diasah intelektualitasnya serta dibekali dengan skill yang memadai. Tujuannya agar generasi memandang mampu bersaing dengan bangsa lain. Dalam konteks globalisasi yaitu suatu keadaan dimana tatanan kehidupan masyarakat tanpa batas waktu dan tempat. Dalam kalangan muda yang berumur 18 sampai 25 tahun yang memang dalam usia tersebut mengalami suatu peralihan dari tahap remaja ke tahap dewasa. Mahasiswa dinilai memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi, kecerdasan dalam berpikir dan kerencanaan dalam bertindak cepat dan tepat serta berpikir kritis. Mahasiswa seharusnya dapat menjadi contoh yang baik di kampus maupun di masyarakat. Namun, faktanya masih ada mahasiswa yang belum memahami dan menerapkan perilaku beradab dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang kita ketahui, adab sangat penting dalam kehidupan, baik dalam masyarakat maupun kampus. Untuk mewujudkan akhlak baik mahasiswa, STEI SEBI menerapkan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) yang dapat memberikan dampak positif bagimahasiswa dan orang yang berada di sekitarnya. 5S merupakan budaya dari mahasiswa STEI SEBI yang selalu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat adab berbicara dengan dosen, cara berpakaian dan lain-lain. Dapat dibayangkan bagaimana jika kampus tanpa adab akan sulit membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

 

Akhlak baik merupakan tindakan atau perbuatan yang bagus. Sementara itu, akhlak buruk merupakan tindakan yang jelek dan merugikan diri sendiri juga orang lain. Akhlak baik merupakan akhlak Islami yang membawa kebaikan dan juga memberi keuntungan bagi orang lain. Terdapat berbagai cara untuk mewujudkan akhlak baik. Salah satunya terhadap mahasiswa. Berbaik sangka pada diri sendiri serta dengan orang lain termasuk ke dalam cara mewujudkan akhlak baik itu sendiri. Dengan berbaik sangka, kita dapat menanamkan pada dirisendiri untuk selalu percaya diri dan juga percaya jika kegagalan yang dialami hari ini mengandung hikmah yang dapat kita ambil pelajarannya. Allah Swt. selalu memiliki maksud tersendiri saat memberikan cobaan bagi para umatnya. menaati syariat agama merupakan salah satu cara kita dalam meningkatkan kualitas akhlak menuju ke arah yang lebih baik. Menjauhi hal-hal yang buruk dan bertentangan dengan aturan. Membenahi cara berpakaian yang sesuai dengan syariat agama. Bagi kaum hawa, Islam memiliki aturan tersendiri dalam adab berpakaian. Pakaian seseorang dapat menentukan kualitas diri seseorang. Semakin baik pakaian seseorang, maka cerminan sikap baik pula yang tampak. Sebaliknya, semakin buruk cara berpakaian seseorang maka orang tersebut akan dicap sebagai orang yang kurang memiliki sopan santun. Bergaul dengan mereka yang berakhlak baik, hal ini dapat membuat kita yang tadinya masih memiliki sifat kurang terpuji dapat terbawa sifat baik, dengan sendirinya dan mampu membangun karakter diri yang berkualitas. Menerima nasihat yang baik juga harus lebih berlapang dada dalam menerima nasihat orang lain merupakan hal yang baik dengan tujuan memperbaiki diri sekaligus untuk meningkatkan akhlak kita dalam kehidupan sehari hari. Menghadiri kajian dapat memberikan manfaat jika kita mendengarkan ceramah sebagai pengingat dan nasihat untuk berbuat baik, mendapatkan pencerahan hati dan pikiran serta menambah pengetahuan tentang solusi yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah.

Penulis: Ahmad yusron jihadi STEI SEBI

 

banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *