CKG Kota Tangerang-Banten Jadi Sorotan, Sachrudin Tekankan Pentingnya Deteksi Dini

banner 468x60

WANMEDIA.CO.ID, KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mendorong masyarakat memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah deteksi dini untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tangerang H. Sachrudin saat menghadiri Kunjungan Kerja Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia dalam rangka inventarisasi materi pengawasan pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bersama Wakil Gubernur Banten di RSUP Sitanala, Kecamatan Neglasari, Senin (5/10/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300250

Menurut Sachrudin, pemeriksaan kesehatan tidak boleh berhenti hanya pada proses skrining, namun harus dilanjutkan dengan langkah penanganan maupun upaya pencegahan agar masyarakat dapat menjaga kondisi kesehatannya secara berkelanjutan.

“Cek Kesehatan Gratis ini bukan sekadar mengetahui, tapi bagaimana kita mengatasinya. Setelah tahu penyakitnya, harus ditindaklanjuti dan diobati. Sedangkan bagi yang sehat, semakin tahu bagaimana menjaganya,” ujar Sachrudin.

Ia menambahkan, deteksi dini memberikan peluang lebih besar untuk melakukan penanganan kesehatan secara cepat dan tepat. Karena itu, Pemkot Tangerang terus memperluas jangkauan layanan kesehatan melalui berbagai pendekatan, termasuk layanan jemput bola kepada masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat harus datang jauh-jauh untuk mendapatkan layanan. Kita yang harus lebih dekat kepada masyarakat. Karena itu, upaya jemput bola yang dilakukan jajaran Dinkes penting agar CKG menjangkau lebih banyak warga dan semakin banyak yang memanfaatkannya,” ujarnya.

Upaya tersebut dinilai berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengikuti Program CKG. Berdasarkan capaian terkini, jumlah peserta di Kota Tangerang telah menembus lebih dari satu juta orang.

Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat Kota Tangerang dalam mengikuti Program CKG yang dinilai menjadi bagian penting dalam membangun budaya hidup sehat melalui pendekatan preventif.

“Partisipasi CKG di Kota Tangerang sudah melampaui satu juta orang. Ini menunjukkan upaya pemerintah daerah menjangkau dan mengajak masyarakat berjalan baik. CKG penting karena mendorong masyarakat menjaga kesehatan sebelum sakit,” tutur Dimyati.

“Kalau masyarakat sehat, ia dapat bermanfaat bagi dirinya, keluarga, dan seterusnya. Dan alhamdulillah Kota Tangerang partisipasinya sangat tinggi juga, berkat peran Pemkot-nya yang gencar mengampanyekan ini,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma menjelaskan kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan Program CKG yang dijalankan Kementerian Kesehatan di berbagai daerah.

Menurutnya, Provinsi Banten menjadi salah satu daerah dengan capaian terbaik secara nasional sehingga dapat menjadi referensi bagi daerah lain dalam memperkuat implementasi Program CKG.

“Provinsi Banten ini secara statistik peringkat dua nasional dalam pelaksanaan program CKG. Kita berharap hasil pertemuan ini menjadi masukan bagi Komite III, sekaligus langkah konkret bagi daerah lain di Indonesia,” pungkas Filep. (Mil)

banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *