Diskominfo Kota Tangerang Dorong Literasi AI dan Pengaduan Inklusif bagi Disabilitas

Diskominfo Kota Tangerang Dorong Literasi AI dan Pengaduan Inklusif bagi Disabilitas
banner 468x60

WANMEDIA.CO.ID, KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mendorong terwujudnya transformasi digital yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Pemkot Tangerang menggelar pelatihan literasi digital bertema optimalisasi mesin pencari (search engine) dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) bagi penyandang disabilitas di Patio Puspem Kota Tangerang, Kamis (4/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Diskominfo juga memperkenalkan fitur ramah disabilitas yang tersedia pada aplikasi pelayanan publik Laksa Plus sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan publik yang setara dan mudah dijangkau seluruh masyarakat.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Pelatihan yang diikuti 60 peserta itu terlaksana melalui kolaborasi bersama BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital (KomDigi) serta Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS).

Kepala Diskominfo Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan literasi digital sekaligus memastikan penyandang disabilitas tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi.

“Pelatihan ini juga menjadi ruang bagi kami untuk menerima langsung masukan terkait pengalaman pengguna mereka saat mengakses aplikasi layanan publik kami,” ujarnya.

Selain memperkenalkan pemanfaatan AI, kegiatan tersebut juga difokuskan pada penguatan pemahaman penggunaan fitur pengaduan yang ramah disabilitas melalui aplikasi Laksa Plus.

Menurut Mugiya, Pemkot Tangerang terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk BPSDM Kementerian KomDigi dan Pandu Literasi Digital, guna memperluas edukasi teknologi yang inklusif bagi kelompok disabilitas.

“Selain literasi AI, fokus utama kegiatan ini adalah penguatan simpul jaringan pengaduan inklusif melalui fitur disabilitas di aplikasi Laksa Plus. Program yang masif diperkenalkan sejak September 2025 ini, dirancang agar ramah akses bagi kelompok rentan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala UPT Pengelola Ruang Kendali Kota Diskominfo Kota Tangerang, Iqbal Santoso, menegaskan bahwa pembangunan layanan digital tidak hanya berhenti pada penyediaan aplikasi, tetapi juga harus diiringi dengan penguatan ekosistem pendukungnya.

“Tentu masih banyak PR ke depan karena aplikasi saja tidak cukup, kita harus membangun ekosistemnya. Komitmen awal kami adalah menyamakan kesadaran di seluruh perangkat daerah agar tindak lanjut laporan masyarakat disabilitas berjalan optimal dan berkeadilan,” tutur Iqbal.

Ia menambahkan, pelatihan serupa ke depan akan dikembangkan dengan pendekatan yang lebih spesifik berdasarkan ragam disabilitas agar materi yang diberikan dapat lebih efektif dan tepat sasaran.

Dukungan terhadap inovasi tersebut juga datang dari peserta pelatihan. Salah satunya Abdul Aziz, penyandang disabilitas tunanetra asal Kecamatan Cibodas Baru, yang mengaku terbantu dengan aksesibilitas fitur dalam aplikasi Laksa Plus.

“Saya sangat berterima kasih atas adanya inovasi Laksa Plus ini. Tidak semua aplikasi pemerintahan itu aksesibel untuk tunanetra yang membutuhkan pembaca layar, tapi alhamdulillah Laksa Plus ini semuanya terbaca dengan baik,” ungkap Abdul.

“Harapan saya ke depan, respons terhadap aduan bisa ditingkatkan lebih cepat lagi agar apa yang kami aspirasikan segera terealisasi,” tutupnya. (Saripudin)

banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *