Hardiknas 2026, Mendiktisaintek Dorong Transformasi Pendidikan Berbasis Ekosistem

Sumber: Kemdiktisaintek RI
banner 468x60

WANMEDIA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong transformasi pendidikan nasional yang dibangun sebagai ekosistem utuh dan berkelanjutan. Upaya ini dilakukan melalui penguatan pembelajaran, perluasan akses, serta riset dan inovasi yang berdampak.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, saat menjadi pembina upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) serta Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) di halaman kantor Kemdikdasmen, Sabtu (2/5/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300250

Dalam amanatnya, Menteri Brian menegaskan bahwa pendidikan harus dipahami sebagai sistem yang terintegrasi dari berbagai jenjang, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, serta terhubung dengan riset dan inovasi.

“Pendidikan nasional harus kita bangun sebagai satu ekosistem yang utuh dan berkelanjutan, dari rumah, sekolah, hingga perguruan tinggi, dari pembelajaran menuju riset, dari pengetahuan menuju inovasi,” tegas Menteri Brian.

Ia menjelaskan, transformasi pendidikan dimulai dari penguatan pembelajaran melalui pendekatan deep learning, yang tidak hanya menekankan penguasaan pengetahuan, tetapi juga kemampuan memahami, menalar, dan mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.

Upaya tersebut didukung melalui revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta pemanfaatan teknologi seperti Papan Interaktif Digital (PID). Selain itu, pembentukan karakter juga diperkuat melalui berbagai program, seperti budaya Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), hingga Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di sisi lain, perluasan akses pendidikan terus dilakukan melalui berbagai skema, seperti Sekolah Satu Atap, Sekolah Terbuka, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), serta layanan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.

Penguatan kualitas tenaga pendidik juga menjadi fokus, melalui peningkatan kompetensi di bidang teknologi, termasuk coding dan kecerdasan artifisial (AI), serta dukungan kesejahteraan melalui sertifikasi dan insentif.

Pada jenjang pendidikan tinggi, pemerintah mendorong kolaborasi multipihak melalui pendekatan pentahelix, termasuk program magang berdampak, kemitraan industri, serta pengembangan kawasan sains dan teknologi.

“Pada akhirnya, semua itu bermuara pada riset yang berdampak nyata. Riset tidak boleh berhenti pada publikasi, tetapi harus melahirkan inovasi dan solusi. Fokus riset nasional diarahkan pada program prioritas dan strategis di bidang-bidang kunci masa depan, seperti energi, pangan, kesehatan, lingkungan, dan teknologi,” jelas Menteri Brian.

Selain itu, pemerintah juga memperluas akses pendidikan tinggi melalui berbagai program afirmasi, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan beasiswa pendidikan tinggi lainnya.

Melalui momentum Hardiknas 2026, pemerintah menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

 

banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *