Kapolres Herbin Sianipar Sambangi PWI Kota Tangerang, Minta Kapolsek Gerak Cepat Lawan Hoaks

banner 468x60

WANMEDIA.CO.ID, TANGERANG – Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Herbin Sianipar, S.I.K., S.H. menyambangi Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang, Selasa (29/9/2026) malam.

Kunjungan tersebut menjadi momentum memperkuat silaturahmi dan komunikasi antara jajaran kepolisian dengan insan pers di Kota Tangerang. Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu, Herbin menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan kecepatan klarifikasi untuk mencegah berkembangnya informasi keliru yang dapat berdampak terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Bacaan Lainnya
banner 300250

Herbin mengatakan, derasnya arus informasi di media sosial membuat kepolisian dituntut mampu merespons suatu peristiwa secara cepat dan tepat.

Menurutnya, keterlambatan memberikan informasi resmi dapat menciptakan ruang kosong yang kemudian diisi informasi yang belum tentu benar.

“Karena terlambat kita kasih klarifikasi, ada ruang kosong antara kejadian dan informasi. Di situ akan muncul hoaks,” ujar Herbin.

Ia menilai penyebaran hoaks di era media sosial berlangsung sangat cepat. Dalam hitungan menit maupun jam, informasi yang belum terverifikasi dapat menyebar luas dan diterima masyarakat.

“Hoaks ini pun dalam hitungan menit, hitungan jam, bisa kemudian tersebar dan diterima bulat-bulat, mentah-mentah oleh masyarakat. Yang pada ujungnya akan berdampak pada kamtibmas,” katanya.

Kapolsek dan Kasat Diminta Responsif

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Herbin meminta jajaran Kapolsek dan Kasat di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota tidak selalu menunggu dirinya ketika terjadi peristiwa yang membutuhkan penjelasan kepada publik.

Ia menegaskan, fungsi kehumasan bukan hanya menjadi tanggung jawab personel yang bertugas di bidang humas.

“Saya perintah kepada rekan-rekan Kapolsek, siapapun anggota Polri itu pada prinsipnya mengemban fungsi humasan. Ini bukan humas sendiri yang menyampaikan. Termasuk Kapolsek,” tegasnya.

Herbin meminta informasi yang dapat segera diberikan kepada masyarakat disampaikan secara cepat kepada wartawan dengan tetap memperhatikan akurasi dan kewenangan.

“Setepat mungkin, tolong segera diberikan informasi kepada teman-teman wartawan,” ujarnya.

Menurut Herbin, langkah tersebut juga sejalan dengan kebutuhan wartawan untuk melakukan verifikasi dan klarifikasi sebelum sebuah informasi disampaikan kepada publik.

“Teman-teman wartawan punya kewajiban untuk melakukan klarifikasi. Kewajiban itu harus kita hadapi. Jadi kita harus saling mengisi dan mendukung untuk melawan informasi yang sekarang,” katanya.

PWI Disebut Mitra Strategis Polri

Dalam kesempatan tersebut, Herbin juga menyampaikan apresiasi terhadap peran insan pers, khususnya PWI, SMSI dan JTR, dalam membangun komunikasi dengan kepolisian.

Ia menyebut pers sebagai salah satu pilar demokrasi sekaligus instrumen kontrol sosial terhadap pemerintah, aparat penegak hukum dan berbagai institusi lainnya.

“Kami menyadari bahwa pers ini adalah pilar demokrasi yang memang sebagai alat kontrol kita semua, baik itu aparat penegak hukum, pemerintah, bahkan juga sebagai alat kontrol sosial masyarakat,” ujarnya.

Herbin mengaku merasa nyaman berkomunikasi dengan kalangan wartawan karena pers memiliki fungsi penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Ia juga menyebut PWI sebagai salah satu organisasi wartawan yang memegang teguh kode etik jurnalistik.

“PWI adalah salah satu yang masih memegang teguh kode etik jurnalistik, sehingga di manapun pasti bertemu PWI adalah menjadi mitra strategis kami di Polri,” kata Herbin.

Menurutnya, kemitraan tersebut diperlukan terutama di tengah perubahan pola penyebaran informasi yang semakin cepat melalui media sosial.

Rahmat: Wartawan Harus Kompeten dan Tetap Kritis

Sementara itu, Ketua PWI Kota Tangerang Rahmat Herwanto menyampaikan bahwa PWI terus mendorong peningkatan profesionalisme dan kompetensi wartawan.

Rahmat menjelaskan, menjadi anggota PWI bukan sekadar persoalan identitas organisasi. Ada proses dan persyaratan yang harus dipenuhi, termasuk berkaitan dengan kompetensi wartawan.

“Teman-teman wartawan harus tetap kritis, tetapi kritisnya berdasarkan data, fakta dan kode etik jurnalistik. Kemitraan dengan kepolisian bukan berarti wartawan harus kehilangan independensinya,” ujar Rahmat.

Ia menegaskan, pers tetap memiliki fungsi kontrol sosial meskipun membangun komunikasi dan kemitraan dengan institusi kepolisian.

“PWI adalah organisasi wartawan, bukan organisasi pemerintah. Karena itu, kami tetap menjalankan fungsi pers secara independen. Kalau ada kebijakan atau persoalan yang memang harus dikritisi, tentu kami akan sampaikan secara profesional,” katanya.

Rahmat juga menekankan pentingnya Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai bagian dari peningkatan kualitas profesional wartawan.

“Menjadi wartawan itu bukan hanya soal bisa menulis berita. Ada kompetensi, ada kode etik, ada tanggung jawab kepada publik. Karena itu, kami terus mendorong teman-teman untuk mengikuti uji kompetensi dan meningkatkan kapasitasnya,” ujar Rahmat.

PWI Kota Tangerang: 80 Anggota dan Jaringan 120 Media Online

Dalam pemaparannya, Rahmat menyebut PWI Kota Tangerang memiliki sekitar 80 anggota dan 35 anggota kehormatan.

Ia juga menjelaskan bahwa PWI Kota Tangerang berdiri sejak 1993, seiring dengan terbentuknya Kota Tangerang.

Di tengah perkembangan industri media digital, jaringan media yang berada dalam lingkungan organisasi juga terus berkembang. Rahmat menyebut terdapat sekitar 120 media online serta sejumlah media cetak yang masih bertahan.

Namun, ia menegaskan banyaknya wartawan dan media tidak secara otomatis menjadikan seseorang sebagai anggota PWI.

“Tanpa menjadi anggota PWI, tanpa ikut uji kompetensi, belum dinyatakan menjadi anggota PWI biasa,” tegasnya.

PWI, lanjut Rahmat, memiliki mekanisme keanggotaan dan pembinaan tersendiri. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga profesionalisme organisasi dan wartawan.

Komunikasi Kepolisian-Pers Didorong Semakin Intensif

Herbin mengatakan komunikasi dengan organisasi wartawan sangat membantu kerja kepolisian, khususnya dalam menyampaikan informasi yang jelas kepada masyarakat.

Ia pun menyampaikan apresiasi atas dukungan dan komunikasi yang selama ini terjalin dengan PWI, SMSI dan JTR.

“Saya atas nama pribadi dan atas nama pimpinan Polres Metro Tangerang Kota mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas support, atas kerja sama, atas komunikasi yang selama ini telah terbangun oleh teman-teman wartawan,” katanya.

Menurutnya, keterbukaan informasi kepada wartawan merupakan salah satu bentuk akuntabilitas kepolisian.

“Memberikan informasi yang clear bagi masyarakat sehingga tidak muncul kegaduhan. Dan itulah salah satu bentuk akuntabilitas kami di kepolisian, salah satunya adalah dengan membuka ruang untuk berkomunikasi, memberikan informasi yang seluas-luasnya kepada teman-teman jurnalis,” ujar Herbin.

Ia berharap pertemuan tersebut menjadi awal dari komunikasi yang lebih intensif antara kepolisian dan insan pers.

“Mudah-mudahan bukan silaturahmi yang pertama, tapi ini awal dari silaturahmi kita yang semakin intens ke depan,” katanya.

Herbin juga membuka ruang bagi wartawan untuk memberikan kritik dan masukan terhadap kinerja kepolisian.

“Di silaturahmi berikutnya kita bisa lebih banyak sharing, bertukar informasi, saling memberikan saran, masukan bahkan kritik yang membangun. Tentu kami juga tidak lepas dari kesalahan,” pungkasnya.

banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *