Kejaksaan Agung Tegaskan Tidak Ada RJ Terkait Kasus Mario Dandy

Kejaksaan Agung Tegaskan Tidak Ada RJ Terkait Kasus Mario Dandy
banner 468x60

WANMEDIA.CO.ID, JAKARTA – Ramainya pemberitaan terkait isu adanya pihak Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menawarkan Restoratif Justice (RJ)atau perdamaian kepada keluarga korban penganiayaan.

Cristalino David Ozora Latumahina dengan Tersangka MDS, Tersangka SLRPL, serta AG.
Pusat Penerangan Hukum (Puspenkum) Kejaksaan Agung RI melalui Kapuspenkum Dr.Ketut Sumedana dalam siaran Persnya menegaskan tidak ada RJ pada kasus Mario Dandi dan kawan-kawan.

“Dalam kasus penganiayaan terhadap korban Cristalino David Ozora, secara tegas disampaikan bahwa Tersangka MDS dan Tersangka SLRPL tidak layak mendapatkan restorative justice”tegas Ketut dalam keterangan Persnya,Sabtu(18/3/23).

Hal ini ,sambung Ketut ,dikarenakan ancaman hukuman pidana penjara melebihi batas yang telah diatur dalam Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020, serta perbuatan yang dilakukan oleh Tersangka sangat keji dan berdampak luas baik di media maupun masyarakat, sehingga perlu adanya tindakan dan hukuman tegas bagi para pelaku.

“Terkait dengan pelaku anak AG (anak berkonflik dengan hukum), undang-undang tentang Sistem Peradilan Pidana Anak mewajibkan Aparat Penegak Hukum agar setiap jenjang penanganan perkara pelaku anak, untuk melakukan upaya-upaya damai dalam rangka menjaga masa depan anak yang berkonflik dengan hukum yakni diversi bukan restorative justice” imbuhnya.

Meski demikian, diversi hanya bisa dilaksanakan apabila ada perdamaian dan pemberian maaf dari korban dan keluarga korban.

“Bila tidak ada kata maaf, maka perkara pelaku anak harus dilanjutkan sampai pengadilan” Pungkasnya.(Saripudin)

banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *