WANMEDIA.CO.ID, KOTA TANGERANG – Inovasi pertanian perkotaan kembali berkembang di Kota Tangerang. Kelompok Wanita Tani (KWT) Diskorda, Kelurahan Kroncong, Kecamatan Jatiuwung, meluncurkan Eco-Hydroponics Smart, sebuah sistem pertanian hidroponik berbasis teknologi yang mengintegrasikan energi surya, sistem irigasi otomatis, serta budi daya organik ramah lingkungan.
Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Pertamina Foundation karena dinilai mampu menghadirkan solusi pertanian modern di kawasan perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementerian Pertanian, Muhammad Amin, mengatakan konsep hidroponik yang diterapkan KWT Diskorda menjadi contoh penerapan urban farming yang efektif untuk meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah perkotaan seperti Kota Tangerang.
“Saya juga mengapresiasi penerapan energi terbarukan melalui pemanfaatan solar cell, penggunaan pestisida nabati berbahan daun pepaya, hingga keterlibatan petani milenial yang dinilai mampu menghadirkan inovasi berkelanjutan di sektor pertanian,” tutur Amin.
Sementara itu, Vice President Pemberdayaan Masyarakat Pertamina Foundation, Probo Prasiddhahayu, menjelaskan Eco-Hydroponics Smart merupakan salah satu inovasi terbaik yang lolos dalam kompetisi PFmuda 2026 setelah bersaing dengan lebih dari 3.000 proposal dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kami tidak hanya memberikan bantuan, tetapi mendukung program yang memiliki nilai keberlanjutan. Eco-Hydroponics Smart menjadi contoh bagaimana inovasi anak muda mampu menjawab tantangan wilayah perkotaan melalui pertanian modern yang ramah lingkungan,” ungkapnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang, Muhdorun, menilai kehadiran inovasi tersebut membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk menghasilkan pangan berkualitas apabila didukung pemanfaatan teknologi.
“Kami akan terus melakukan pembinaan agar program ini berjalan secara berkelanjutan. Dengan dukungan teknologi, kapasitas produksi KWT Diskorda kini meningkat dari sekitar 1.000 menjadi 3.500 lubang tanam. Harapannya, inovasi ini dapat menjadi model bagi KWT lain di Kota Tangerang,” jelasnya.
Melalui pengembangan Eco-Hydroponics Smart, Pemerintah Kota Tangerang berharap inovasi tersebut tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian perkotaan, tetapi juga menjadi sarana edukasi, pemberdayaan masyarakat, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang tertarik mengembangkan pertanian berbasis teknologi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. (Saripudin)









