WANMEDIA.CO.ID, KOTA TANGERANG — Anggota Komisi XIII DPR RI, Franciscus Sibarani, melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Tangerang untuk meninjau secara langsung pelaksanaan pelayanan serta program pembinaan yang diberikan kepada warga binaan, Sabtu (17/10/2026) Kunjungan ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi upaya peningkatan keterampilan dan kemandirian warga binaan dalam mempersiapkan diri kembali ke masyarakat.
Dalam peninjauannya, Franciscus melihat berbagai aspek pelayanan dan kegiatan pembinaan yang berjalan di lingkungan lapas. Program pembinaan yang berkelanjutan diharapkan menjadi bekal berharga bagi warga binaan saat menyelesaikan masa pidananya nanti.
“Pembinaan di dalam lapas tidak hanya soal menjalankan masa pidana, tetapi membentuk kepribadian, meningkatkan kemampuan, serta menumbuhkan kemandirian agar warga binaan siap menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas,” ujar Franciscus.
Poin-poin yang mendapat sorotan meliputi pemenuhan hak-hak warga binaan, kualitas pelayanan, serta keberlanjutan program yang mendukung pengembangan potensi diri. Pembinaan yang efektif memerlukan evaluasi berkala agar tetap relevan dengan kebutuhan warga binaan. Keterampilan yang diperoleh selama diharapkan menjadi modal nyata untuk mencari pekerjaan, mengembangkan usaha, dan beradaptasi kembali di tengah masyarakat.
Mohamad Fadil: Program Kemandirian Terus Diperkuat
Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang, Mohamad Fadil, A.Md.IP., S.H., M.H., menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya memperkuat program pembinaan kepribadian dan kemandirian bagi warga binaan. Berbagai upaya dilakukan, antara lain melalui pengembangan keterampilan serta kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas akses pembelajaran.
Pada Mei 2026, Lapas Pemuda Tangerang menjalin kerja sama dengan Second Chance Foundation untuk memperkuat pembinaan kepribadian dan kemandirian. Kolaborasi ini juga melibatkan Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan dalam kegiatan penyuluhan hukum dan kewirausahaan bagi warga binaan.
“Kami terus berupaya menjalankan program pembinaan secara berkelanjutan agar warga binaan memiliki keterampilan, kemandirian, dan kesiapan untuk kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat,” ungkap Mohamad Fadil.
Kerja sama lintas lembaga dinilai penting untuk menghadirkan pembinaan yang lebih menyeluruh, mulai dari pembentukan karakter hingga peningkatan kemampuan yang bermanfaat pasca pembebasan. Keberhasilan program pembinaan pun tak lepas dari dukungan keluarga, masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha untuk membuka peluang reintegrasi sosial yang baik.
Layanan Prima dan Bekal Masa Depan
Selain program keterampilan, peningkatan kualitas pelayanan yang transparan juga terus diupayakan. Lapas Pemuda Tangerang telah mengoptimalkan Sistem Database Pemasyarakatan untuk memudahkan akses informasi warga binaan terkait data pribadi dan status masa pidana.
Kunjungan Franciscus Sibarani menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas pelayanan dan pembinaan adalah bagian inti dari sistem pemasyarakatan. Evaluasi dan penguatan program secara berkelanjutan diperlukan agar tujuan pembinaan dapat tercapai, sekaligus memastikan hak-hak warga binaan tetap terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
(saripudin)









