WANMEDIA.CO.ID, KOTA TANGERANG – Ade Yunus selaku Koordinator Presidium Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (KALUNG) sangat geram melihat kejadian musibah banjir diwilayah kecamatan Periuk, atas kekeliruan metode normalisasi situ Bulakan yang justru membuat banjir di ruas jalan dan wilayah Situ Bulakan Periuk Kota Tangerang.
“Tujuan dari normalisasi adalah merapikan Situ, memperlebar kembali badan situ dan mengeruk sedimentasi agar kedalaman situ dan kapasitas daya tampung situ ideal, tapi kalau sekedar keruk tanpa metodologi yang benar, justru menambah titik genangan dan banjir, seperti malam ini,yang sama sama kita saksikan,” tutur Ade Yunus, Minggu pukul 00.30 Wib (13/11/2022).
Ade juga mengingatkan bahwa Situ memiliki fungsi yang sangat penting, antara lain bisa menjadi tempat parkir air dan sekaligus bisa berfungsi sebagai kawasan resapan, mengurangi volume air permukaan (run off) yang tak tertampung sebagai pengendali banjir.
“Tapi kalau pelaksanaan pekerjaan normalisasi seperti ini, sudah pengawasan lemah ditambah perencanaan yang kabur, malah justru sekedar pemborosan anggaran,karena tujuan normalisasinya tidak tercapai, lihat saja tebang pohon asal-asalan, ditumpuk dibadan situ lalu ditimbun pake lumpur,”jelasnya.
Lanjut Ade,dirinya meminta kepada pihak terkait pelaksana pekerjaan normalisasi Situ Bulakan untuk segera dilakukan Perapihan Lumpur dan penataan kembali Situ Bulakan,agar tidak terjadi seperti ini,katanya.
Dimana sebelumnya telah diberitakan bahwa perwakilan dari UPT Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), Ema mengatakan, dirinya mengakui adanya kesalahan metode dalam pengerjaan tersebut. Sebab dari hasil tanah yang di normalisasi ini dalam RAB tidak ada anggaran buat pembuangan nya sehingga tanah hanya dapat di kumpulkan di sekitaran dan di jadikan tanggul penahan saja.(saripudin)








