Panitia Pilkades Mumbulsari di Jember Dituding Curang, Calon Minta Pemilihan Diulang

  • Whatsapp
banner 468x60

Wanmedia.co.id. JEMBER – Panitia pelaksana Pilkades Desa Mumbulsari, Kecamatan Mumbulsari, Jember, Jawa Timur dituding telah melakukan tidak adil terhadap calon atau kecurangan saat pemungutan suara, Kamis (26/9/2019) .

Dimana sebelumnya para calon kades telah mengadakan kesepakatan tentang tata tertib 15 September 2019 lalu.Akan tetapi sewaktu pelaksanaan Panitia dianggap telah menyalahi tata tertib (tatib) pelaksanaan Pilkades Mumbulsari .

Keempat Cakades tersebut adalah Irma Wiharsih Cholili, Akhmad Wahyudi, Supandi, dan M. Ali Sobri.

Berdasarkan penuturan salah satu Cakades Mumbulsari, Ahmad Wahyudi, pihak panitia diduga melakukan penyalahgunaan kelebihan suara yang muncul saat penghitungan suara.

“Terdapat kelebihan sebanyak 171 suara yang disalahgunakan,” ujar Wahyudi, Cakades Mumbulsari nomor urut 2 tersebut saat dimintai keterangan soal keberatannya tersebut oleh sejumlah awak media di kediamannya, Jumat (28/9/2019) malam.

Wahyudi menerangkan, berdasarkan tatib yang telah disepakati, kelebihan jumlah suara akan diambil secara acak dari seluruh calon sebelum penghitungan suara dimulai. Kelebihan suara tersebut kemudian tidak ikut dihitung sebagai suara yang sah.

“Berdasarkan poin 4 dalam tatib, kelebihan jumlah suara daripada surat undangan akan diambil secara acak dan tidak ikut dihitung. Terdapat kelebihan 171 suara. Namun, oleh panitia justru ikut dihitung sebagai suara yang sah. Artinya ada penggelembungan suara di sini,” ungkapnya.

Selanjut Wahyudi menjelaskan ,bukan hanya itu saja dia juga mengungkapkan bahwa pembuatan berita acara oleh panitia terkait adanya jumlah suara berlebih tersebut juga dianggap janggal.

“Karena berita acara tersebut tidak ditandatangani oleh seluruh Cakades. Saya tidak tanda tangan. Panitia pun tidak meminta tanda tangan. Hanya saksi yang diminta untuk tanda tangan. Seharusnya calon berhak tahu tapi malah diabaikan,” tuturnya.

Maka dari itu menurut Wahyudi bahwa perolehan suara Pilkades Mumbulsari telah cacat hukum.

Meski keberatan dengan hasil penghitungan suara, Wahyudi mengaku bahwa hal tersebut tidak ada kaitannya dengan menang atau kalah dirinya sebagai salah satu kontestan dalam Pilkades di desanya.

“Karena banyak pelanggaran dari panitia yang harus dibenahi. Saya pribadi meminta agar dilaksanakan pemilihan ulang,” harapnya.

Untuk diketahui, dalam Pilkades tersebut, Cakades Mumbulsari nomor urut 4 M. Ali Sobri keluar sebagai Kepala Desa (Kades) terpilih dengan perolehan total suara sebanyak 3.197.

Sementara, tiga Cakades lainnya yakni Irma Wiharsih Cholili memperoleh 3.182 suara, Akhmad Wahyudi memperoleh 349 suara, dan Supandi memperoleh 190 suara.

Para awak media meminta komfirmasi kepada pihak Panitia Pilkades Mumbulsari ,tidak satupun yang dapat dihubungi.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak panitia pelaksana Pilkades ,para awak media masih berupaya meminta konfirmasi kepada panitia terkait hal tersebut. (*)

banner 468x60

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *