Pemakaman Umum Selapajang Kota Tangerang Dipadati Peziarah, Simak informasinya

Pemakaman Umum Selapajang Kota Tangerang Dipadati Peziarah,Simak informasinya.
banner 468x60

WANMEDIA.CO.ID, KOTA TANGERANG – Menjelang Perayaan Bulan suci Ramadhan 1444 Hijriyah, TPU (Tempat Pemakaman Umum) Selapajang yang beralamat di Jln. Raya Iskandar Muda No.46, RT.004/RW.002, Selapajang Jaya, Kec. Neglasari, Kota Tangerang, Banten 15127, kini membeludak di padati Pengunjung dari berbagai Kalangan, Baik dari dalam kota dan luar kota, Seperti D.K.I Jakarta, bogor dan bekasi juga karawang, Guna untuk Berziarah ke makam sanak saudara dan family (keluarga), Selasa 21/03/2023.

Tradisi ziarah atau Nyekar dalam istilah jawa adalah merupakan bentuk kunjungan dan bersilaturahmi dalam memberikan suatu doa kepada ahlil (ahli) kubur bagi sanak keluarga juga kerabat yang telah pergi meninggalkan dunia, kini menjadi runtinitas Tahunan hingga detik ini, pada Rabu (22/03/2023).

Saat sang surya mulai bergerak turun ke ufuk barat, para peziarah pun berduyun-duyun berjalan menghampiri pemakaman keluarga yang dituju.

Kegiatan rutinitas ini tidak diharuskan untuk dilakukan pada sore hari, melainkan di pagi hari guna untuk menghindari teriknya sengatan matahari.

Kemudian dari pada itu, Salah satu dari mereka pun membawakan sebuah Racikan bunga dan air mawar yang sudah dikemas dalam bentuk kantongan plastik (Keresek) dan Botolan yang sudah di persiapkan sebelum kedatangannya untuk berziarah ke makam.

Suguhan dan sajian yang telah mereka persiapkan itu nantinya akan ditaburkan diatas makam saudara dan keluarga ahlil kubur yang dikunjungi, usai melakukan Tahlil, dzikir dan membacakan surah yasiin di tutup dengan Permohonan Do’a kepada ALLAH S.W.T, setelah itu membersihkan daripada makam tersebut.

Seperti pengakuan Supiyanto (30) salah satu warga Kelurahan selapajang jaya, Kecamatan neglasari, yang berprofesi sebagai petugas kebersihan makam yang sifatnya Urgent (Mendesak), setelah dikunjungi awak media, beliau mejelaskan.

“Di bandingkan tahun lalu sangat jauh perbedaannya, Karena memang di tahun 2019 sampai dengan tahun 2021 lalu masyarakat lebih mengkedepankan anjuran pemerintah yaitu PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) atau Social Distancing (Pembatasan Sosial) impek (dampak) dari Covid 19.

“Ditahun ini, Masyarakat sudah mulai merasakan kebebasan dalam Berkunjung kesuatu objek, baik ke lokasi wisata mau pun bersilahturahmi ke pihak keluarga dan kerabat. Semoga esok lebih padat lagi untuk pengunjungnya,”Tuturnya.

Lanjut supiyanto “Ini baru satu jam bersih-bersih saya sudah mendapatkan Rp.50.000 ribu, kalau satu hari full penuh saya bisa dapat diatas Rp 100000 ribu.

“Bagi saya dengan ramainya pengunjung makam sangat Mengkontribusi serta menguntungkan dirinya. Sekalipun sebagai buruh pabrik, pekerjaan sampingan untuk membersihkan makam ini merupakan tambahan sebagai income (penghasilan tambahan) agar asap dapur tetap mengepul.”Tutupnya.(Asmar)

banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *