PKL Liar Semakin Menjamur di Sekitar Pasar Anyar, Kecamatan Tangerang Terkesan Tutup Mata

PKL Liar Semakin Menjamur di Sekitar Pasar Anyar, Kecamatan Tangerang Terkesan Tutup Mata
banner 468x60

WANMEDIA.CO.ID, KOTA TANGERANG – Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang semakin menjamur di sekitar Pasar Anyar, Kecamatan Tangerang, menjadi sorotan. Aktivitas pedagang yang menggunakan badan jalan dinilai kian meluas dan berlangsung hampir sepanjang hari, baik siang maupun malam.

Kondisi tersebut memunculkan anggapan adanya pembiaran, mengingat lokasi PKL berada tidak jauh dari Kantor Kecamatan Tangerang serta Kantor Satpol PP Kota Tangerang. Meski berada di area strategis, aktivitas para pedagang di luar pasar terpantau tetap berjalan tanpa penertiban yang konsisten.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Salah satu pemerhati pasar, Ayub, menilai upaya yang dilakukan selama ini belum memberikan dampak signifikan karena dinilai tidak disertai langkah tegas yang berkelanjutan.

“Pihak kecamatan dan Satpol PP jangan hanya buang energi seolah hanya formalitas dalam melakukan penertiban. Karena sebenarnya dari para pedagang yang diluar mau jika diarahkan semua untuk berjualan di dalam pasar,” ujar Ayub saat ditemui, Jumat (3/4/2026) sore.

Menurutnya, maraknya pedagang yang berjualan di luar pasar turut berdampak pada kondisi di dalam Pasar Anyar. Banyak pedagang yang semula berjualan di dalam pasar memilih pindah ke luar karena sepinya pembeli.

Lebih lanjut, ia menyebut persoalan tersebut sebenarnya dapat diselesaikan apabila ada ketegasan dari pihak berwenang dalam menata dan mengarahkan para pedagang.

“Sebenarnya menyikapi ini mudah asal ada langkah tegas dari pemerintah yang punya kebijakan, karena pedagang yang di luar juga mau untuk berjualan di dalam pasar dan tidak menentang keinginan pemerintah Kota Tangerang,” paparnya.

Ia juga menambahkan, para pedagang pada dasarnya bersedia jika seluruh aktivitas perdagangan dipusatkan di dalam area pasar yang telah disediakan, selama kebijakan tersebut diterapkan secara konsisten.

Namun demikian, pola penertiban yang dilakukan selama ini dinilai belum efektif. Ayub mengungkapkan, saat operasi penertiban berlangsung, para pedagang biasanya menutup lapak. Akan tetapi, setelah petugas meninggalkan lokasi, aktivitas kembali berjalan seperti semula.

“Kalau pas ada operasi ya lapak pada tutup, namun setelah petugas pergi ya kembali buka. Jadi seakan hanya disisir sekilas habis itu ya ditinggal,” bebernya.

Ia juga mengaku pernah mengusulkan pembentukan posko pemantauan di sekitar kawasan pasar kepada pihak kecamatan maupun PD Pasar, namun hingga kini belum terealisasi.

Diketahui, kondisi sepinya aktivitas jual beli di dalam pasar yang telah disediakan pemerintah turut mendorong pedagang untuk beralih ke luar area pasar, sehingga menambah kepadatan PKL di badan jalan sekitar Pasar Anyar. (saripudin)

banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *