WANMEDIA.CO.ID, SUMEDANG – Siapa sangka, dari balik tembok Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sumedang lahir produk unggulan yang kini menjadi rebutan. Bukan kerajinan tangan biasa, Lapas Sumedang sukses memproduksi pakan hewan ternak berkualitas tinggi yang mampu bersaing dengan produk pabrikan.
Di bawah komando Kasubsi Giatja, Dian Rusdiana dan bimbingan langsung Kalapas Sumedang, Bima Ganesha Widyadarma, sebanyak 22 Warga Binaan yang telah lolos asesmen pengamanan dan pembinaan, setiap hari berkarya memproduksi pakan untuk ayam petelur, sapi perah, kambing, dan ikan.
Hebatnya, sudah ratusan ton pakan berhasil diproduksi. Hasilnya tidak hanya untuk internal, tetapi sudah menjadi pemasok utama bagi Lapas se-Jawa Barat.
Kalapas Sumedang, Bima Ganesha Widyadarma membeberkan keunggulan produk binaannya.
“Seluruh pakan ternak yang diproduksi oleh warga binaan bisa bersaing dengan produksi pabrikan di luar, mulai dari kualitas yang tinggi tetapi dengan harga yang lebih murah. Ini menjadi suatu produk unggul Lapas Sumedang yang bisa menjadi penopang ketahanan pangan sesuai program Asta Cita Presiden dan Implementasi 15 Program Aksi Menteri Imipas RI,” tegas Kalapas.
Tak heran, pesanan pun membeludak. Saat ini, hampir seluruh Lapas di Jawa Barat sepertiLapas Majalengka, Sukamiskin, Cirebon, Narkotika Cirebon, Banceuy, Banjar, Cibinong, Subang, Kuningan.
Kegiatan pembinaan kemandirian ini bukan hanya soal karya, tapi juga soal kesejahteraan. Warga binaan yang terlibat produksi mendapatkan upah premi yang bervariatif, mulai dari Rp 150.000 hingga Rp 300.000 per orang dari hasil pemesanan pakan.
“Pembinaan tetap berjalan sesuai prosedur di Lapas, warga binaan bisa berkarya, mendapatkan bekal keterampilan, dan premi. Ketika bebas nanti, mereka sudah punya skill untuk berwirausaha,” tambah Kalapas.
Dengan inovasi ini, Lapas Sumedang membuktikan bahwa Lapas bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi juga pusat pembinaan dan pemberdayaan ekonomi yang mampu menopang ketahanan pangan nasional.









