Refleksi Akhir Tahun Menyambut Pemimpin Baru Cilegon

  • Whatsapp
banner 468x60

WANMEDIA.CO.ID, CILEGON – Perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 telah usai dilaksanakan. Sejumlah pemimpin baru muncul dari hasil pemilihan dalam kontestasi politik yang digelar 5 tahunan ini.

Salah satunya yakni di Pilkada Cilegon, dimana masyarakat akan menyambut pemimpin baru yang akan membangun Kota Cilegon 5 tahun kedepan.

Dengan kemunculan pemimpin baru tersebut, masyarakat pers dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), bersama dengan tokoh pariwisata dan industri menggelar diskusi sebagai refleksi akhir tahun 2020 menyambut pemimpin baru Kota Cilegon yang dilaksnakan di Journalist Boarding School (JBS), Rabu (16/12/2020).

Hadir sebagai narasumber diskusi, Ketua Umum (Ketum) SMSI, Firdaus, Ketua SMSI Banten, Lesman Bangun, Ketua PWI Banten, Rian Nopandra, Ketua Harian PHRI Banten, GS Ashok Kumar, serta tokoh industri Cilegon, MH Jhoni dan Rofi Khalatif.

Dalam diskusi tersebut, Ketum SMSI, Firdaus menyampaikan tidak ada perubahan yang signifikan dengan pemimpin baru Cilegon, sebab sistem rekrutmen politik tidak berpihak kepada masyarakat.

“Sistem rekrutmen politik kita tidak berpihak kepada masyarakat. Pemimpin baru ini harus ada kontrol dari calon yang kalah, karena mereka tahu setiap permasalahan,” katanya.

Namun demikian kata Firdaus, masyarakat harus memberikan kesempatan terhadap apa yang diharapkan dari pemimpin baru di Kota Cilegon.

Selain itu, Firdaus berharap kedepan media dapat memberikan informasi yang proporsional dan berimbang demi pembangunan di Kota Cilegon.

“Jangan terlalu over terhadap pemimpin terpilih, masyarakat juga harus proporsional. Media harus menempatkan masalah publik diatas pribadi, distribusikan kebijakan untuk kepentingan masyarakat,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Ketua PWI Banten, Rian Nopandra mengatakan, peran media sangat penting dalam perkembangan sebuah daerah.

Dengan demikian, pria yang akrab disapa Opan itu berharap pemerintah dapat lebih terbuka kepada media dalam memberikan informasi bagi kepentingan publik.

“Peran dan fungsi kontrol media untuk mendorong pertumbuhan suatu daerah. Dengan iklim politik yang berubah di Kota Cilegon, diharapkan pers tetap pada porsinya yaitu kontrol sosial,” ucapnya.

Disisi lain Opan menyebut perkembangan media saat ini ditengah era digital, perkembangan media siber menjadi yang terdepan saat ini.

“Telah lahir Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang lahir di Banten dan telah berkembang di seluruh Indonesia dengan seribu lebih anggota. Mungkin ini dapat menjadi salah satu opsi yang dapat disinergikan dengan semua pihak termasuk pemerintah di daerah,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua SMSI Banten, Lesman Bangun, memberikan apresiasi kepada penyelenggara pemilihan atas berjalannya seluruh tahapan Pilkada di Cilegon dengan baik.

Dia juga berharap, pers bersama masyarakat dapat bersama mengontrol dan mendukung siapapun yang akan memimpin Cilegon 5 tahun mendatang.

“Siapa pun yang terpilih, itu pemimpin yang terbaik. Masyarakat pers bersama semua masyarakat harus ikut mengontrol pemimpin baru. Kita tunggu siapa yang ditetapkan KPU, itu yang kita dukung,” ucapnya.

Harapan Industri dan Pariwisata Cilegon

Dalam diskusi refleksi akhir tahun 2020 menyambut pemimpin baru Kota Cilegon, tokoh industri Cilegon, Rofi Khalatif berharap, siapa pun yang akan memimpin Kota Baja dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di Cilegon.

Dalam kurun waktu belakang, ucap Rofi, industri juga terdampak dengan kondisi dan permasalahan seperti banjir dan macet dan kemacetan

“Harapan di industri, infrastruktur yang dirasakan bisa menunjang industri. Dengan pemimpin yang baru diharap bisa mengatasi permasalahan tersebut. Selamat buat masyarakat Cilegon, siapa pun yang terpilih harus membuat Cilegon lebih baik, termasuk peningkatan sumber daya manusianya,” ungkapnya.

Selain itu, Malim Hander Jhoni yang juga tokoh industri di Cilegon, menilai seluruh personal yang mencalonkan diri dalam Pilkada Cilegon berarti orang yang mampu untuk membangun daerah.

Untuk itu, dirinya mengajak seluruh stakeholder dan masyarakat Cilegon ikut berperan dalam membangun Cilegon.

“Siapa pun walikotanya, semua stakeholder harus ikut berperan, harus jadi kontrol sosial. Siapa pun masyarakat harus ikut berkontribusi,” katanya.

“Pers harus seimbang, boleh bermitra tapi jangan tergigit lidah. Siapa pun pemimpin Cilegon, gandeng semuanya. Dan untuk calon yang tidak terpilih harus ikut serta. Pemimpin yang terpilih, harus pandai-pandai libatkan semua stakeholder,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Harian PHRI Banten berharap dengan pemimpin baru, pariwisata di Kota Cilegon dapat lebih berkembang. Sebab menurut dia, pariwisata merupakan industri yang tidak akan pernah habis.

“Cilegon harus lebih maju, siapa pun hasil dari KPU. Untuk itu, saya menyarankan agar Dinas Pariwisata Cilegon jangan di mix, agar pariwisata bisa lebih maju. Pemkot Cilegon juga harus hati-hati, jika ada investasi yang gede dari luar, jika ada pengusaha lokal yang bisa, sebab pariwisata adalah satu-satunya industri yang tidak bisa habis,” tandas Ashok seraya menerangkan di tengah pesta politik dan pandemi covid 19, tumbuh trend positif di Kota Cilegon dengan hadirnya beberapa hotel dan restoran baru.(yanto)

banner 468x60

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *