WANMEDIA.CO.ID, KOTA TANGERANG – Ancaman banjir di kawasan sekitar Bandara Soekarno-Hatta menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Tangerang. Pasalnya, genangan yang terjadi tidak hanya berdampak bagi masyarakat lokal, tetapi juga berpotensi menghambat akses menuju bandara yang menjadi gerbang mobilitas nasional hingga internasional.
Sebagai langkah percepatan penanganan, Bappeda Kota Tangerang menggelar Rapat Pembahasan Crossing Drainase Kawasan Hotel Sekitar Bandara di Ruang Rapat Bappeda, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Dinas PUPR Kota Tangerang, Satpol PP Kota Tangerang, Kecamatan Benda, PT Angkasa Pura Indonesia, PT Jasa Marga, hingga manajemen hotel kawasan bandara seperti Hotel Orchad, Hotel Ibis, Hotel Amaris dan Hotel Pop.
Dalam rapat tersebut, peserta berdiskusi terkait berbagai kendala drainase yang selama ini terjadi di kawasan sekitar bandara. Mulai dari kapasitas saluran air yang belum optimal, titik-titik genangan, hingga banjir yang dinilai dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jasa transportasi udara.
Kepala Bappeda Kota Tangerang, Hj. Yeti Rohaeti, menegaskan bahwa persoalan banjir di kawasan bandara harus menjadi perhatian bersama dan ditangani secara serius karena dampaknya dapat dirasakan hingga tingkat internasional.
“Masalah banjir di Bandara akan menjadi masalah internasional jika tidak ditangani dengan serius, karena akan menghambat perjalanan ke bandara. Tidak hanya orang Indonesia, tetapi orang luar pun akan merasakannya. Itu jangan sampai terjadi,” ujar Yeti.
Dalam arahannya, Yeti menyampaikan perlunya penyusunan kajian menyeluruh terkait konektivitas drainase di kawasan perhotelan agar aliran air dapat mengalir lancar menuju saluran utama dengan kapasitas tampung yang memadai.
Ia menjelaskan, kajian tersebut nantinya akan disusun oleh Dinas PUPR Kota Tangerang dengan dukungan data dan informasi teknis dari seluruh pihak terkait, termasuk PT Jasa Marga, PT Angkasa Pura Indonesia, maupun manajemen hotel di kawasan bandara.
“Berikan informasi yang sedetail-detailnya kepada Dinas PUPR agar dalam membuat kajian nanti tepat,” tambahnya.
Selain itu, Yeti juga menekankan pentingnya komitmen bersama seluruh pihak dalam merealisasikan hasil kajian nantinya, baik dalam pembangunan, pelebaran, maupun konektivitas saluran drainase.
“Kita harus memiliki komitmen bersama. Bangun jika memang harus dibangun, besarkan jika memang harus dibesarkan. Kita ingin membuat masyarakat Kota Tangerang, khususnya wilayah Benda, terbebas dari banjir,” tegasnya.
Usai rapat pembahasan, tim gabungan langsung bergerak melakukan peninjauan lapangan guna melihat kondisi existing drainase dan titik-titik yang dinilai berpotensi menyebabkan genangan dan banjir di kawasan Tol Sediyatmo. Peninjauan tersebut dipimpin Sekretaris Bappeda Kota Tangerang, Tri Rachmah Fadjria P., bersama Dinas PUPR Kota Tangerang, Satpol PP Kota Tangerang, PT Jasa Marga, Kecamatan Benda, Kelurahan Benda, serta manajemen hotel di kawasan selatan Jalan Tol Sediyatmo.
“Kami dari perwakilan Bappeda, Dinas PUPR, Satpol PP, Kelurahan Benda, Kecamatan Benda, Jasa Marga dan pihak hotel yang berada di sisi selatan Jalan Tol Sediyatmo, melakukan survei bersama menindaklanjuti hasil rapat siang tadi dengan Kepala Bappeda Kota Tangerang yang juga membahas mengenai penanganan banjir di kawasan Tol Sediyatmo,” ujar Tri.
Ia berharap, melalui survei lapangan tersebut seluruh stakeholder dapat memiliki pemahaman yang sama terhadap kondisi di lapangan sehingga penanganan yang dilakukan nantinya dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Jadi, mudah-mudahan dengan adanya survei ini, permasalahan banjir di kawasan Tol Sediyatmo ini dapat teratasi, karena memang setelah ini kita akan membuat rencana aksi berikutnya, apa yang harus kita lakukan dan dilakukan oleh siapa,” lanjutnya.
Melalui sinergi lintas instansi dan dukungan seluruh stakeholder, Pemerintah Kota Tangerang berharap penanganan drainase di kawasan sekitar bandara dapat segera direalisasikan guna meminimalisir potensi banjir serta menjaga kelancaran akses menuju Bandara Soekarno-Hatta. (adv)










