WANMEDIA.CO.ID, KOTA TANGERANG – Beberapa Fasilitas MCK di Kota Tangerang yang cukup padat penduduk sehingga berkaitan dengan lumpur tinja, apabila tidak di kelola secara sistematis dan efektif maka dapat menghasilkan effluent buangan lumpur tinja di atas baku mutu lingkungan.
Hal ini disebabkan oleh terakumulasinya penumpukan sedimen lumpur dalam sarana prasarana tersebut.
Akumulasi sedimen lumpur yang berlebih akibat dari tidak dilakukannya pengurasan lumpur secara berkala, yang dikarenakan oleh kendala akibat aksesibilitas yang belum terjangkau, mengingat lokasi permukiman tersebut karena berada di dalam gang-gang atau jalan kecil, sehingga mobil tinja tidak dapat mengatasi nya.
Berkaitan dengan penggunaan dewatering mobile dan atau terpasang di lokasi IPLT dan IPAL, nampaknya menjadi salah satu solusi dalam pengelolaan lumpur tinja terutama septic tank yang berada di gang – gang atau jalan kecil.
Semakin tebal media pasir yang digunakan maka semakin tinggi efesiensi penurunan beban polutan pada filtrat. Namun hal tersebut dapat mengakibatkan volume pasir yang dibutuhkan semakin besar dan mengurangi efektifitas filter.

Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan Kota Tangerang Ir.R.Sugihharto Achmad Bagdja,M.Si melaporkan terkait Focus Group Discussion (FGD) tentang pengolahan lumpur tinja dengan sistem alat dewatering sebagai berikut :
- Melakukan uji coba alat mobile dewatering dari sisi ke kemudahan, keefektifitas dan kehandalan alat.
- Untuk mengetahui tahapan yang di lakukan dalam pengolahan lumpur tinja menggunakan alat mobile dewatering berkolaborasi dengan lembaga. FORKALIM (Asosiasi Pengolahan Air Limbah Domestik).
- Melakukan advokasi pemerintah daerah dalam peningkatan akses sanitasi aman dengan menggunakan alat mobile dewatering.
Sedangkan menurut Kadis Perkimta Ir.R.Sugihharto Achmad Bagdja,M.Si yang Akrab di sapa Kang Ugi menjelaskan tentang Output adalah :
- Informasi tentang kemudahan penggunaan alat, efektivitas dalam proses pengolahan, dan kehandalan alat dalam kondisi operasional yang berbeda.
- Pengetahuan tentang tahapan pengolahan lumpur tinja menggunakan alat mobile dewatering akan diperoleh, termasuk proses awal hingga akhir serta potensi masalah atau kendala yang mungkin terjadi.
- Hasil video tahapan penggunaan alat akan menjadi bahan persiapan yang berguna untuk kegiatan webinar.
- Diharapkan bahwa pemerintah daerah akan mendukung penggunaan alat mobile dewatering sebagai solusi untuk meningkatkan akses sanitasi yang aman di wilayah kota Tangerang.
Lanjut Ugi, sedangkan kapasitas alat peraga 1 – 1.5 M3/jam dengan harga 1.2 M dan portable tkdn masih 40 %, katanya.(Adv)








