WANMEDIA.CO.ID, KOTA TANGERANG – Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tingkat Kota Tangerang Tahun 2024 bersama para penggiat sekolah Adiwiyata dan melakukan kunjungan ke TPST Bandara Soekarno-Hatta yang telah mengolah sampah menjadi RDF, sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah di lingkungan terus ditingkatkan, karena kerja keras dan kolaborasi semua pihak menjadi kunci utama dalam mewujudkan Kota Tangerang yang bersih dan bebas sampah. Terus membangun kesadaran masyarakat, untuk bersama-sama mengurangi sampah, mulai dari tingkat rumah tangga hingga lingkungan sekolah.
Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam pengelolaan lingkungan hidup, pada Hari Lingkungan Hidup yang diperingati setiap tanggal 5 Juni, Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan pengelolaan sampah dengan lebih baik.
Menurut kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Wawan Fauzi, untuk bisa mempercepat proses pembongkaran sampah, sehingga bisa mengurangi antrian truk di sepanjang jalan menuju lokasi TPA serta bisa melakukan normalisasi TPA Rawa Kucing, dengan melakukan penataan dan juga pengetatan terhadap sampah yang masuk ke TPA Rawa Kucing. Pengelolaan sampah ini memerlukan keterlibatan semua pihak, untuk itu meminta kepada seluruh komponen bisa terlibat aktif dalam pengelolaan sampah, jelas Wawan.
Dimana sebelumnya Kadis DLH mendampingi Pj .Walikota melakukan kunjungan ke lokasi TPS3R Widatama Kelurahan Nusajaya, Kecamatan Karawaci, dan TPS3R Bina Mandiri Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, untuk memastikan pengolahan sampah di wilayah sebagai upaya mengurangi sampah terangkut ke TPA.
Meminta agar edukasi tentang pentingnya kolaborasi dalam upaya penanganan sampah dapat terus dimasifkan dan dengan dengan adanya TPS3R dan bank-bank sampah tersebut semakin dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjalankan gaya hidup zero waste demi terwujudnya Kota Tangerang yang semakin bersih dan sehat.
Begitu juga pada 26 April 2024 meninjau ke TPA Rawa Kucing untuk melihat uji coba mesin pemilah sampah organik dan anorganik agar bisa dilakukan pengolahan selanjutnya, seperti daur ulang maupun menjadi pupuk kompos untuk sampah basah. Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang ada di Kampung Dongkal bisa difungsikan untuk rencana pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Untuk mengurangi sampah langsung dari sumbernya Kadis DLH melalui konsep zero waste yakni reduce, reuse, recycle (3R) yang juga telah dijalankan di sebagian Tempat Pengolahan Sampah (TPS) melalui TPS 3R. Peran kewilayahan yakni Kecamatan dan Kelurahan sangatlah penting dalam membantu mengoptimalkan upaya pengurangan sampah yang secara langsung dari sembernya ini mengingat mayoritas sampah yang dihasilkan adalah sampah rumah tangga.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) secara resmi melaunching pengolahan sampah dengan Teknologi Refuse Derived Fuel (RDF), di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rawa Kucing, Kota Tangerang. Menurut Wawan Fauzi, tiga mesin RDF ini resmi dilaunching Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang Dr. Nurdin dan Direktur Pengurangan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Vinda Damayanti Ansjar beserta jajaran Pemkot Tangerang.
“Dalam kesempatan ini, juga disertai Penandatangan MoU Pemkot Tangerang dengan Perusahaan Solusi Bangun Indonesia terkait kerja sama pembelian bahan bakar dari hasil mesin RDF yang dioperasikan,” jelas Wawan.
Lanjut Wawan, “Dalam kegiatan ini Pemkot Tangerang berupaya melakukan satu deklarasi pengolahan sampah secara komperhensif berbasis masyarakat. Mulai dari pengoperasian pengolahan sampah dengan RDF. Fasilitas RDF di TPA Rawa Kucing mengoperasikan dua lini produksi dengan kapasitas masing-masing 25 ton sampah per hari atau 50 ton municipal solid waste (MSW) per hari. Hasilnya, 50 ton sampah tersebut diolah menjadi 25 hingga 30 ton RDF per hari,” lanjutnya.
Selain itu Wawan menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang telah menyerahkan kendaraan bentor (becak motor) ke 104 kelurahan di Kota Tangerang. Penyerahan simbolis dilakukan di ruang Akhlakul Karimah, Puspem Kota Tangerang, pada Selasa (31/12/24). Maka dari itu ke depannya pengolahan dan produksi RDF di Kota Tangerang akan dilakukan dengan lebih optimal dan masif.
“Arahannya sudah jelas dari pusat, untuk TPA dengan sistem landfill dan open dumping nantinya tidak akan ada lagi karena itu kita harus mencarikan solusi untuk pengolahan sampah yang efektif dan komprehensif. Salah satunya adalah dengan mengoptimalkan mesin RDF ini yang nantinya akan kita optimalkan lagi dengan melakukan penambahan line mesin agar sampah yang diolah bisa lebih masif dan produk yang dihasilkan lebih besar lagi,” terang Wawan, Selasa 21 Januari 2025.
Dengan peningkatan ini, diharapkan RDF dapat mengolah hingga 4 ton sampah per jam, atau sekitar 32 ton per hari dalam waktu operasional 8 jam per hari. Teknologi RDF memungkinkan sampah yang tidak dapat didaur ulang untuk diolah menjadi bahan bakar alternatif bagi industri, sehingga mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mendukung ekonomi sirkular.
“Optimalisasi Mesin Trommel untuk Mining Landfill, dalam upaya mengatasi permasalahan sampah lama yang telah menumpuk, mesin trommel akan digunakan untuk proses landfill mining. Mesin ini memiliki peran penting dalam memilah sampah berdasarkan ukuran dan jenisnya. Fungsinya antara lain: Memisahkan material yang masih memiliki nilai guna, seperti plastik dan logam untuk didaur ulang,” tambah Kadis.
Pembuatan Drainase dan Pemagaran untuk Infrastruktur yang lebih baik, untuk meningkatkan tata kelola lingkungan di sekitar TPA, sistem drainase akan dibangun guna mencegah genangan air yang dapat menyebabkan pencemaran dan bau tidak sedap. Selain itu, pemagaran TPA juga akan dilakukan sebagai langkah untuk meningkatkan keamanan serta estetika lingkungan di sekitarnya.
“Dengan berbagai upaya ini, diharapkan TPA Rawa Kucing dapat menjadi contoh pengelolaan sampah yang lebih modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan ,”katanya
Dengan berakhirnya jabatan Pj. Wali Kota Tangerang Dr.Nurdin 20 Februari 2025, Kadis DLH mengucapkan terima kasih atas dorongan Pj Wali Kota dalam Peningkatan kinerja TPA ini tidak hanya akan membantu mengurangi permasalahan sampah di Kota Tangerang, paparnya. (adv)










