WANMEDIA.CO.ID, KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus memperkuat ketahanan keluarga melalui peningkatan kapasitas kader Bina Keluarga Remaja (BKR). Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Orientasi Kader BKR tingkat Kota Tangerang yang diikuti sekitar 200 kader dari 13 kecamatan.
Kegiatan yang berlangsung selama 11 hari tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan kader dalam mendampingi orang tua menghadapi berbagai tantangan pengasuhan anak usia remaja yang saat ini semakin kompleks.
Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Tihar Sopian, mengatakan masa remaja merupakan fase penting yang membutuhkan perhatian khusus dari keluarga karena di usia tersebut terjadi berbagai perubahan fisik, emosional, hingga sosial.
“Fase remaja itu penuh tantangan bagi orang tua. Karena itu, kader BKR harus hadir mengedukasi mereka agar bisa memberikan pengasuhan yang tepat, empati dan tidak kaku,” jelas Tihar.
Melalui program yang merupakan bagian dari penguatan keluarga binaan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tersebut, para kader dibekali berbagai materi terkait pola pengasuhan remaja, kesehatan reproduksi, kesehatan mental, hingga strategi membangun komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak.
Selain memperkuat kapasitas pendampingan keluarga, orientasi juga membahas tata kelola program dan sistem pelaporan sebagai upaya meningkatkan efektivitas pelaksanaan BKR di tingkat kelurahan maupun kecamatan.
Menurut Tihar, keberadaan kader BKR memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus mendukung terciptanya keluarga yang tangguh dan harmonis.
“Kami berharap 200 kader ini, segera bergerak di wilayah masing-masing untuk menghadirkan kegiatan BKR yang lebih menarik, interaktif dan berkualitas bagi warga,” tutupnya.
Melalui orientasi tersebut, Pemkot Tangerang berharap program BKR dapat semakin optimal dalam membantu orang tua memahami perkembangan remaja, sehingga mampu menciptakan lingkungan keluarga yang sehat, komunikatif, dan mendukung tumbuh kembang anak secara maksimal. (Marsudin)









