WANMEDIA.CO.ID, KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) terus memperkuat upaya percepatan penanganan stunting melalui penyaluran bantuan pangan segar berbasis B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan tahap kedua yang menyasar balita stunting di Kelurahan Pasir Jaya dan Kelurahan Jatake, Rabu (20/5/2026).
Kepala Bidang Keanekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan DKP Kota Tangerang, Lisnah, mengatakan program tersebut merupakan langkah konkret Pemkot Tangerang dalam mendukung target zero stunting melalui pemenuhan asupan gizi yang lebih optimal bagi balita.
Ia menjelaskan, sebanyak sekitar 30 balita stunting di masing-masing kelurahan menjadi sasaran dalam penyaluran bantuan tersebut.
Paket bantuan pangan yang diberikan terdiri atas beras fortifikasi, telur, daging ayam, wortel, serta ikan lele segar sebagai sumber nutrisi penting untuk mendukung pertumbuhan anak.
“Fokus utama kami adalah mendongkrak berat badan balita stunting yang masih kurang. Tidak hanya berat badan, kami juga berharap bantuan ini menstimulus pertumbuhan motorik kasar dan halus mereka,” ujar Lisnah.
Selain penyaluran bantuan, DKP Kota Tangerang juga memberikan edukasi kepada para orang tua mengenai cara pengolahan pangan B2SA yang tepat agar kebutuhan gizi anak, khususnya protein, dapat terpenuhi secara maksimal.
“Melalui edukasi di kegiatan ini, kami ingin para ibu memahami cara mengolah pangan B2SA dengan benar agar kebutuhan protein anak-anak tercukupi,” tambahnya.
Untuk memastikan efektivitas program, perkembangan balita penerima manfaat terus dipantau melalui pemeriksaan rutin di posyandu maupun puskesmas, termasuk pemantauan berat badan dan lingkar kepala.
Sementara itu, Narasumber Ahli Gizi Provinsi Banten, Tiara Luthfie, menyampaikan bahwa angka prevalensi stunting di Provinsi Banten maupun Kota Tangerang menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa stunting merupakan persoalan multidimensi yang dipengaruhi berbagai faktor, baik langsung maupun tidak langsung.
Menurutnya, faktor langsung meliputi kurangnya asupan gizi dan adanya penyakit pada balita, sedangkan faktor tidak langsung mencakup pola asuh, kondisi ekonomi keluarga, tingkat edukasi ibu, hingga sanitasi dan akses air bersih.
“Kami mengetuk hati para ibu yang memiliki balita, mari bawa anak kita ke posyandu setiap bulan secara rutin. Pantau terus berat badan dan tumbuh kembangnya. Bersama-sama, mari kita cegah stunting demi mewujudkan Kota Tangerang yang sehat dan zero stunting,” pungkasnya. (Mil)









