WANMEDIA.CO.ID, KAB. SERANG – Wakil Bupati (Wabup) Serang Muhammad Najib Hamas menegaskan bahwa penguatan pendidikan karakter harus menjadi prioritas di seluruh satuan pendidikan sebagai upaya menjawab tantangan krisis karakter yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini, salah satunya melalui pembelajaran tartil dan tahfiz Al Quran yang dinilai mampu membentuk generasi berakhlak mulia.
Pernyataan tersebut disampaikan Wabup Najib Hamas saat menghadiri Khotmul Quran dan Imtihan ke-5 Metode Ummi bagi siswa SDIT dan SMPIT Bina Insan Kragilan di Rachmatoellah Convention Hall Kampus Universitas Serang Raya (Unsera), Kota Serang pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
“Kita sedang menghadapi krisis pendidikan karakter. Karena itu, setiap sekolah harus memiliki instrumen pembelajaran yang benar-benar mengedepankan pendidikan karakter. Program tartil dan tahfiz Al Quran merupakan salah satu bentuk pendidikan karakter yang sangat penting untuk membentuk generasi yang berakhlak dan cinta Al Quran” kata Najib Hamas
Ia mengatakan keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik peserta didik, tetapi juga dari kemampuan sekolah membentuk karakter, integritas, kedisiplinan, serta nilai-nilai moral yang menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, pendidikan Al Quran melalui metode Ummi tidak sekadar mengajarkan kemampuan membaca dan menghafal Al Quran, melainkan juga menanamkan kecintaan terhadap kitab suci yang akan membentuk perilaku peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Najib mengapresiasi Yayasan Bina Insan Kragilan yang secara konsisten menyelenggarakan khotmul Quran dan imtihan sebagai bentuk penghargaan kepada para siswa yang telah menyelesaikan pembelajaran tartil dan tahfiz Al Quran.
“Ini merupakan ikhtiar yang sangat baik untuk melahirkan generasi Qurani, generasi yang mencintai Al Quran, kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari dan kelak mengajarkannya kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Ia berharap semangat mencintai Al Quran tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi budaya di tengah keluarga dan masyarakat.
“Rumah-rumah kita harus terus dihiasi dengan lantunan Al Quran. Ketika Al Quran senantiasa dibaca di rumah, insya Allah keberkahan akan hadir di dalam keluarga kita,” katanya.
Khotmul Quran dan Imtihan ke-5 Metode Ummi tersebut diikuti sebanyak 220 siswa SDIT dan SMPIT Bina Insan Kragilan. Para peserta diwisuda setelah dinyatakan menyelesaikan pembelajaran tartil dan tahfiz Al Quran Metode Ummi, mulai dari hafalan Juz 1, Juz 2, Juz 3 hingga Juz 28, Juz 29, dan Juz 30.
Ketua Yayasan Bina Insan Kragilan Solihin mengatakan jumlah peserta wisuda tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan semakin tingginya minat dan semangat peserta didik untuk mempelajari Al Quran melalui Metode Ummi.
“Alhamdulillah, jumlah siswa yang mengikuti wisuda tahun ini meningkat. Ini menjadi indikator bahwa semakin banyak siswa yang memiliki semangat mempelajari Al Quran dengan baik melalui Metode Ummi,” katanya.
Melalui kegiatan khotmul Quran dan imtihan tersebut, Pemerintah Kabupaten Serang berharap kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, yayasan, dan orang tua dapat terus diperkuat dalam membangun generasi yang unggul, berkarakter, dan memiliki kecintaan terhadap Al Quran sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. (Mil)









