WANMEDIA.CO.ID, KOTA TANGERANG – Kepala Desa Kadu, M. Asdiansyah terus melakukan upaya-upaya untuk mengurangi polusi udara di wilayahnya. Meonk mengaku telah meminta kerjasama dan kolaborasi semua jajaran pemerintah Desa Kadu untuk menyadarkan warga agar tidak membakar sampah.
”Saya sudah minta peran RT dan RW dan juga kolaborasi bersama Binamas dan Babinsa untuk sama-sama bisa
menyadarkan masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan di lingkungannya,” kata Kepala Desa Kadu yang kerap disapa Meonk saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23/7/2026).
Meonk mengungkapkan, Upaya melakukan himbauan selain melalui sosialisasi juga nanti akan kami buatkan spanduk, Nantinya mengenai pengelolaan sampah agar dilakukan di tempat pembuangan sampah (TPS) dan untuk menegaskan sampah tidak dibakar sembarangan khusunya selama musim kemarau.
Selain larangan keras agar tidak membakar sampah sembarangan , Meong juga menegaskan kepada warga untuk tidak membuang puntung roko sembarangan dan tidak menyalakan api sembarangan.
” Jadi kami Pemerintah Desa Kadu bersama Binamas dan Babinsa juga menilai selain pembakaran sampah sembarangan yang sering menyebabkan polusi udara juga membuang puntung roko sembarangan dan menyalakan api sembarangan bisa menjadi penyebab terjadinya kebakaran,” ungkapnya.
Menurutnya, pembakaran sampah masih menjadi salah satu penyebab pencemaran udara dan berpotensi memicu kebakaran, terutama saat musim kemarau. Masyarakat diimbau untuk mengubah kebiasaan mengelola sampah dengan cara yang lebih aman dan ramah lingkungan.
”Karena, pembakaran sampah bukan solusi dalam pengelolaan sampah. Selain menghasilkan asap yang mencemari udara, api yang ditimbulkan juga berpotensi menyebar dan menyebabkan kebakaran. untuk itu kami tegaskan terus berupaya mengajak masyarakat untuk mengelola sampah dengan benar demi menjaga lingkungan dan keselamatan bersama,” Pungkasnya. (Saripudin)









